Analisis lainnya menunjukkan nilai Outgoing Longwave Radiation diperkirakan cenderung netral hingga negatif, yang mengonfirmasi adanya gangguan gelombang atmosfer yang melintasi wilayah tersebut.

Sementara itu, hasil analisis pengamatan udara atas menunjukkan wilayah Jawa Timur berada dalam kondisi labil dengan konvektifitas sedang. Perpaduan kondisi atmosfer ini disebut sangat mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan lebat, petir dan angin kencang.

Taufiq pun mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak selama tujuh hari ke depan. Untuk memantau kondisi terkini, masyarakat diminta aktif mengecek citra radar cuaca melalui situs resmi BMKG Juanda.

"Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang," ujar Taufiq.