Dilansir dari STOMP (02/09/2026), pria yang tidak disebutkan namanya itu bekerja di sekitar Amoy Street Food Centre. Selepas bekerja, ia berkeliling menggunakan sepeda untuk mencari botol dan kaleng yang ditinggalkan orang lain.
Ia sering menyusuri kawasan Geylang dan Tanjong Pagar karena banyak orang minum pada malam hari. Tak jarang, ia menemukan kaleng kosong yang sengaja diletakkan di dekat tempat sampah setelah minumannya habis.
Pria tersebut memperkirakan berhasil mengumpulkan sekitar 100 botol dan kaleng minuman bekas. Dalam sehari, ia biasanya mendapatkan pengembalian dana sekitar S$10-S$20 (Rp140 ribu - Rp280 ribu) yang masuk ke kartu EZ-Link miliknya.
Ketika akhir pekan dan tidak bekerja, ia bahkan bisa keluar mencari botol dan kaleng hingga tiga kali sehari. Setelah menjalani aktivitas tersebut selama hampir dua bulan, saldo pengembalian dana yang terkumpul di kartu EZ-Link miliknya telah melampaui S$1.000.