Kebiasaan mencari wadah minuman bekas ternyata juga dilakukan warga lain. Seorang warga di pusat kuliner mengaku bisa mendapatkan sekitar S$2-S$3 per hari (Rp28 ribu - Rp42 ribu). Uang tersebut digunakan untuk membantu membayar biaya transportasinya.

Aktivis lingkungan di Singapura sekaligus salah satu pendiri Cloop, Li Wei, menilai fenomena ini sebagai perkembangan yang positif. Menurutnya, adanya nilai pada wadah minuman bekas dapat mengubah cara masyarakat memandang sampah.

"Sebagian orang merasa jumlahnya terlalu kecil dan tidak sepadan dengan waktu yang dihabiskan. Namun, bagi orang lain, pengembalian 10 sen untuk satu wadah minuman jika dikumpulkan bisa menjadi beberapa dolar atau lebih. Jumlah itu dapat membantu membayar ongkos bus," ujar Li.

Meski demikian, ia menyoroti persoalan kebersihan karena sebagian orang sampai mencari botol di dalam tempat sampah. Li menyarankan penyediaan wadah khusus agar masyarakat dapat meletakkan botol dan kaleng tanpa membuat orang lain harus mengorek sampah.