NADIKABAR.COM — Perkenalkan ini Ikfi Himmati, wisudawan Universitas Airlangga (Unair) yang menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai motivasi kuat untuk berprestasi. Perjuangannya menyelesaikan studi dan berprestasi dibagikan Ikfi di panggung wisuda periode 263 Unair yang berlangsung pada Sabtu (29/8/2026).
Dalam ceritanya, Ikfi menyebut ia merupakan salah satu penerima manfaat bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Status penerima bantuan ini tidak membuatnya malu, tapi justru jadi pemantik semangat untuk berkembang dan membuka peluang baru.
"Bagi saya KIP-Kuliah bukan hanya tentang bantuan biaya pendidikan. Tetapi sebuah kesempatan untuk mengenal dunia yang lebih luas dan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi," tuturnya dikutip dari laman resmi Unair, Minggu (30/8/2026).
Berasal dari Lamongan, Ikfi bersyukur bisa mendapat kepercayaan orang tuanya untuk menempuh studi di Unair. Selama studi, ia berusaha sebaik mungkin untuk menjaga kepercayaan tersebut.
"Ketika orang tua percaya bahwa kita mampu berdiri di atas kaki sendiri, maka tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin untuk tidak menyia-nyiakan kepercayaan tersebut," tekan Ikfi.
Rasa syukur atas kesempatan berkuliah juga diwujudkan Ikfi melalui aksi nyata. Setiap libur semester tiba, Ikfi secara sukarela membuka ruang belajar gratis bagi anak-anak di kampungnya.
Hal ini merupakan wujud nyata dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ia pahami selama berkuliah. Ia meyakini pendidikan tidak berhenti pada diri sendiri, tapi ilmu akan berarti jika dibagikan kepada orang lain.
"Salah satu misi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat mengajarkan bahwa pengabdian tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ilmu yang kita peroleh di perguruan tinggi akan menjadi lebih berarti ketika dapat kita bagikan kepada orang lain," ungkapnya di panggung wisuda Unair.
Dalam kesempatan pidato wisuda itu, Ikfi juga menyampaikan impiannya secara langsung kepada Rektor Unair, Prof Muhammad Madyan. Ia menyebut ingin melanjutkan studi S2 demi menjadi seorang peneliti.
Impian tersebut langsung dikabulkan Prof Madyan. Ikfi mendapat beasiswa magister penuh di Unair sebagai apresiasi kampus atas kegigihan akademik dan kepedulian sosial yang ia tunjukkan.
Momen pidato wisuda Ikfi ditutup dengan sambutan hangat seluruh hadirin yang hadir. Kini, Ikfi siap melanjutkan perjuangan akademiknya dan akan mewujudkan mimpi menjadi seorang peneliti.