Tiara juga menyebut orderan catering-nya turut kena imbas. Dia menyebut cukup banyak pesanan catering makanan dibatalkan akibat lamanya pengantaran karena kehabisan BBM.

"Jadi kejadian seperti ini sangat berdampak terhadap industri rumah tangga. Pertama banyak orderan jadi ter-cancel. Intinya itu sangat berdampak tidak sesuai dengan kinerja kami saat normal," ungkapnya.

Tak hanya Tiara, kondisi yang sama juga dialami di Zul sebagai salah satu karyawan Kafe Peluk Space di Kecamatan Panakkukang, Makassar. Zul mengungkapkan sepinya pengunjung sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

"Sangat terdampak di sini. Di sini sudah 2 hari kurang sekali pengunjung, ini sampai siang baru 2 orang pengunjung, biasa tidak begini," katanya.

Omzet Kafe Peluk secara umum untuk malam hari biasa mencapai Rp 1 juta lebih. Kini, hanya bisa meraup keuntungan Rp500 ribu akibat sepi pengunjung.

"Tadi malam itu sampai tutup kasir hanya Rp 500 ribu di dapat, biasa di sini full apalagi kalau malam, kita bisa dapat Rp 1 juta lebih," ungkapnya.

Dirinya tak menampik kondisi seperti itu terjadi akibat antrean BBM yang sudah terjadi beberapa hari. Zul yang biasa ke tempat kerja menggunakan motor pribadinya, kini hanya harus naik grab karena tidak sempat mengantre BBM.