NADIKABAR.COM — Tokoh adat Kampung Nggori, Lambertus (53), menyampaikan rasa dukanya kepada Tim Relawan Medis Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang menyambangi posko pengungsian di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga terdampak gempa bumi tersebut mengaku terpaksa bertahan di tenda pengungsian lantaran kediaman mereka hancur diterjang bencana.
"Kami tidak bisa tinggal di rumah. Kami tidak bisa tinggalkan begitu saja karena sudah roboh," ujar Lambertus saat berbincang dengan Wakil Rektor II UMI, Prof Zakir Sabara di lokasi pengungsian, Rabu (26/8/2026).
Kampung Nggori yang terletak di Desa Bangka John, Kecamatan Wae Ri'i, berada di dataran tinggi dengan cuaca yang sangat ekstrem saat malam hari. Lambertus menjelaskan bahwa para penyintas terpaksa bertahan menggunakan perlengkapan seadanya di tengah kepungan angin dingin.
"Masih tinggal di tenda, termasuk kami semua. Padahal dingin sekali kalau malam," katanya menceritakan kondisi pengungsian yang suhunya bisa menembus 13 hingga 14 derajat Celsius tersebut.