Di tengah nestapa runtuhnya tempat tinggal mereka, Lambertus mengaku masih mengurut dada lantaran bencana datang di waktu yang tepat. Saat mengingat momen mencekam pada 15 Agustus 2026 lalu itu, ia bersyukur gempa tidak terjadi tatkala warga tengah terlelap.
"Syukurnya karena waktu itu pagi, jadi orang sudah bangun. Kalau malam, Pak, tidak tahu seperti apa," ucapnya dengan mata berkaca-kaca di hadapan tim relawan asal Makassar tersebut.
Misi kemanusiaan yang diterjunkan dari Makassar sejak 20 Agustus 2026 ini membawa serta jajaran dokter spesialis dan bantuan logistik darurat. Tim medis yang diketuai dr Berry Erida Hasbi memberikan pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta membagikan obat-obatan, tenda, hingga perlengkapan bayi.
"Atas nama seluruh warga masyarakat Dusun Nggori kami menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu relawan yang sudah mengunjungi kami," tutur Lambertus.