NADIKABAR.COM — Sebuah unggahan warganet yang curhat biaya pengeluaran barang bukti kecelakaan di Satlantas Colombo, Surabaya viral di media sosial. Sebab dalam unggahan Pemilik akun mengaku diminta membayar uang Rp 1 juta untuk mendapatkan surat keterangan pengeluaran kendaraan.
"Ambil barang bukti kecelakaan GRATIS.. Iya sih gratis, tapi buat minta surat pengeluaran kendaraan harus bayar," tulis unggahan tersebut yang dilihat NadiKabar, Jumat (28/8/2026).
Curhatan di akun @tasyamarcella96 itu pun langsung viral dan mendapat beragam komentar dari warganet lainnya. Pemilik akun, Kristiani, menjelaskan bahwa peristiwa dugaan pungli itu terjadi pada Rabu (26/8/2026).
"Untuk hal ini bukan ambil BB (barang bukti) ya kak. Karena unitnya (motornya) masih ada di Polsek Dukuh Pakis dan belum saya ambil," katanya kepada NadiKabar.
Kristiani mengatakan persoalan tersebut terjadi saat dirinya mendatangi Satlantas Colombo untuk meminta surat keterangan yang diperlukan untuk mengeluarkan barang bukti kendaraan.
Sebelumnya, ia mengaku dibantu tantenya membuat laporan kecelakaan untuk keperluan klaim Jasa Raharja. Saat itu, sang tante telah memberi tahu kemungkinan adanya biaya yang harus dikeluarkan di Colombo.
"Jadi sebelumnya saya dibantu tante saya untuk membuat laporan kecelakaan untuk keperluan klaim Jasa Raharja, tante saya sudah menginformasikan sebelumnya bahwa kemungkinan akan ada biaya di Colombo namun untuk pengambilan kendaraan gratis," jelasnya.
Namun, saat datang ke Colombo, ia justru diminta mentransfer uang ke rekening pribadi yang disebut atas nama penyidik.
"Jadi saya menyetujuinya karena saya pikir itu adalah pungutan resmi semacam denda tilang. Namun kemarin sewaktu di sana saya diminta untuk mentransfer uang tersebut ke rekening pribadi atas nama penyidik," ungkapnya.
Kristiani mengatakan usai unggahannya viral, dirinya sempat mendapatkan tawaran agar kendaraan diantar sekaligus uang yang telah ditransfer dikembalikan.
Namun, setelah seseorang yang mengaku sebagai atasan menghubunginya, rencana tersebut disebut tidak jadi dilakukan. Tak hanya itu, Kristiani mengaku diminta mengarsipkan postingan yang telah dibuatnya.
"Tadinya sempat menawarkan untuk datang mengantarkan kendaraan dan mengembalikan uang, namun setelah seseorang yang mengaku sebagai atasannya menghubungi saya sepertinya tidak jadi datang," pungkasnya.
Sementara itu, kendaraannya diketahui saat ini masih berada di Polsek Dukuh Pakis. Ia mengaku akan segera mengambilnya.
"Belum (diambil) kak. Untuk kendaraan besok saya rencana akan saya ambil ke Polsek Dukuh Pakis," pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Surabaya atau Satlantas Polrestabes Surabaya terkait dugaan pungutan liar yang terjadi.