NADIKABAR.COM — Artis Daffa Wardhana punya cara sendiri untuk mengajak orang peduli terhadap penyintas thalassemia. Lewat Thalassa Project bertajuk Langkah Sedarah, ia menggabungkan dua hal yang dekat dengan hidupnya, yakni lari dan donor darah.
Bukan sekadar mengajak berolahraga, Daffa ingin membawa kesadaran soal thalassemia lebih dekat ke dunia yang selama ini digeluti.
"Ini event yang aku inisiasikan bersama teman-teman 2230 (sports agency). Itu berkolaborasi juga dengan Thalassemia Movement Indonesia untuk mempromosikan lari bersama juga donor darah," ujarnya usai acara di Plataran Hutan Kota, Jakarta Pusat, Minggu (4/10/2026).
Daffa Wardhana sendiri sudah rutin mendonorkan darah sejak 2020. Ketertarikannya menyuarakan isu thalassemia bermula ketika anak Marini Zumarnis itu bertemu dengan salah satu teman di Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Fatmawati pada 2023.
Dari pertemuan tersebut, Daffa mulai mengenal lebih jauh soal thalassemia. Bintang film Pemukiman Setan itu melihat adanya keterkaitan dengan komunitas lari.
Beberapa penyintas thalassemia juga aktif berlari dan membawa cerita mereka ke lingkungan tersebut.
"Aku itu dari dulu pengin banget selalu mencoba berdampak di dunia lari, di hal lain dekat dengan aku," tuturnya.
"Di dunia lari, jadi sebisa mungkin aku pengin giveback terhadap dunia lari yang sudah banyak memberikan terhadap diri aku sendiri," lanjutnya.
Daffa mengakui masih ada tantangan ketika membicarakan thalassemia kepada masyarakat luas. Menurutnya, masih banyak misinformasi mengenai kondisi tersebut.
"Orang itu lebih aware terhadap leukemia, kekurangan sel darah putih. Nah, di sini kan kelainannya sel darah merah. Dan di situlah banyak misinformasi. Aku pun dulu juga nggak tahu dulunya, makanya coba kita suarakan," katanya.
Gerakan tersebut mendapat dukungan dari sang bunda, Marini Zumarnis. Ia melihat donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap para penyintas thalassemia.
"Donor darah di sini buat saya bukan cuma memberikan darah, tapi itu merupakan bentuk kepedulian dan harapan juga bagi para penyintas Thalassemia," ujarnya.
Marini juga berharap apa yang dilakukan Daffa bersama komunitas tidak berhenti setelah acara selesai.
"Kepedulian kita ini sangat memberikan dampak ya, terlebih untuk anak muda. Harapannya pesan yang digaungkan Daffa gak berhenti saat acara ini aja, tapi berkelanjutan teredukasi dan aware soal Thalassemia," tutupnya.
Salah satu rencana lanjutan Daffa ialah berlari bersama Stanley Joewono, seorang penyintas thalassemia, ikut half marathon di Jakarta Running Festival mendatang.
"Half marathon itu kan bukan distance yang bercanda ya, 21 kilo itu nggak main-main. Dan Stanley itu akan berlari bersama aku. Semoga lancar, semoga dia juga sehat dan tanpa kendala. Semoga kita finish strong juga. Itu akan menjadi cerita yang luar biasa sih," harapnya.
Lewat Langkah Sedarah, Daffa Wardhana berharap dunia lari yang selama ini menjadi bagian dari hidupnya juga bisa menjadi ruang untuk menyuarakan isu yang lebih luas.
"Semoga dengan adanya cara-cara seperti ini mereka lebih diterima, mereka lebih digaungkan, mereka lebih merasa menyatu, berbaur terhadap kita. Itu sih harapan aku," pungkasnya.