Awalnya, karhutla terjadi di petak 28, 32, dan 62c Desa Gondosuli. Namun, per Rabu (21/10) lalu, api dilaporkan telah menyebar ke wilayah Kecamatan Ngargoyoso dan puncak Hargo Dalem.

Mengutip NadiKabar, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menyebut karhutla di Gunung Lawu telah berdampak pada lahan sebesar 490 hektare. Ia pun menduga bahwa kebakaran yang terjadi disebabkan manusia.

"Ada indikasi pembuatan arang yang ada di Gunung Lawu. Lokasinya di mana, itu yang paling paham teman-teman relawan, begitu teman-teman yang ada di atas yang menemukan itu," ungkap Bergas, Kamis (22/10).

Kini, status penanganan kebakaran di Gunung Lawu juga telah ditetapkan sebagai tanggap bencana.

Kawasan Gunung Sumbing, Jawa Tengah, hingga Jumat (23/10) pagi masih dilanda karhutla.

Per Jumat (23/10), api masih membara di wilayah petak 20-1 Kabupaten Temanggung dan petak 23 di Kabupaten Wonosobo. Laporan ini disampaikan oleh Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara Dimyati,

Luas kawasan yang terdampak karhutla di Gunung Sumbing pun tercatat sudah mencapai angka 779.4 hektare. Area yang paling banyak terdampak adalah area sabana, area yang ditumbuhi pohon kemlandingan gunung, hingga kawasan hutan rimba campuran.

Hingga kini, perkembangan kebakaran di kawasan ini masih terus dipantau oleh petugas. Upaya pemadaman juga dilakukan walau kerap terkendala oleh cuaca dan angin.

"Kondisi angin yang bertiup kencang membuat pergerakan api berlangsung cepat, sehingga upaya pemadaman yang dilakukan petugas belum mampu mengimbangi penyebaran kebakaran," ujar Kedu.

Karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, mulai terdeteksi sejak Kamis (15/10).