"Titik awal kebakaran berada di Pasuruan dan melebar (meluas), sebagian sudah masuk wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu," ungkap Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini, Selasa (20/10),

Api juga disebut terdeteksi mulai memasuki wilayah Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan laporan BPBD Jatim pada Rabu (21/10), kebakaran masih terus terjadi di kawasan tersebut. Bahkan, luas area terbakar saat itu sudah mencapai angka 736.8 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno menyebut sudah ada sekitar 64 personel gabungan yang bergerak melalui jalur darat.

"Lokasi titik api sering kali berada di ketinggian atau punggungan gunung yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan bermotor. Tim gabungan harus berjalan kaki mendaki dan pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual," ungkap Satriyo, Rabu (21/10).

Kobaran api di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, dilaporkan masih belum sepenuhnya padam pada Minggu (18/10) lalu. Kebakaran di kawasan Bromo awalnya muncul dari area Bukit Kembang, Desa Pucuk Sari, Kecamatan Lumbang, Probolinggo pada Kamis (15/10) lalu. Kebakaran kemudian kian meluas hingga ke area-area lainnya.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) pun sempat menetapkan pembatasan akses wisata di kawasan setempat pada Sabtu (17/10). Namun, per Jumat (23/10) pukul 01.00 WIB, akses wisata di kawasan Penanjakan kembali dibuka usai tidak adanya titik api yang terpantau di lokasi tersebut.

Terlepas dari padamnya karhutla di Gunung Bromo, kejadian ini telah menelan sejumlah korban jiwa. Sebanyak enam personel tim gabungan tewas usai memadamkan karhutla di kawasan ini.

Korban yang terbaru adalah Suraji (40) yang merupakan seorang sekuriti hotel setempat yang terjun menjadi relawan pemadaman. Ia meninggal pada Jumat (23/10) pukul 12.00 WIB usai menjalani perawatan intensif.

Selain Suraji, adapun lima personel lainnya yang telah gugur dalam upaya pemadaman api. Kelimanya adalah petugas BB TNBTS Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata (33); karyawan hotel setempat Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19); dan anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Munawi (44).