"Harga ayam dulu pernah turun ya. Harga ayam dulu Rp 36 (ribu), harga acuannya kan Rp 40 (ribu). Jadi kalau mendekati Rp 40 ribu kan bagus, karena peternak tidak dirugikan. Kalau harga Rp 36 terus kan peternaknya bisa tutup. Kalau peternak tutup, nggak ada ayam, kalau langka harganya jadi mahal," kata Budi saat kunjungan di Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo.
Dia menjelaskan, HET merupakan titik tengah tim redaksi keinginan konsumen dan produsen. Dia mengklaim, adanya MBG bisa menyerap barang kebutuhan pokok dan menjaga harga.
"Makanya kalau harganya mendekati Rp 40 itu bagus, terserap MBG ini bagus. Waktu libur kan nggak terserap, peternak pada protes kemarin, sampai ayamnya ada yang dibagi-bagi itu karena harga turun. Sekarang mendekati HET itu bagus, peternak bisa produksi terus. Itu yang kita harapkan peternak bisa produksi terus, peternak bisa produksi terus, harga bisa stabil, konsumen juga terjaga," jelasnya.