NADIKABAR.COM — Petugas gabungan pemadam kebakaran (damkar) masih melakukan pemadaman titik api yang menyala di bagian basement Gedung Supermarket Trans Home di Jalan Yogyakarta-Solo Kilometer 11, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Jumat (2/10).

Kasi Operasional dan Investigasi Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sleman Nawa Murtiyanto mengatakan penanganan kebakaran di Gedung Trans Home pada hari kedua difokuskan di bagian basement.

"Masih penanganan di basement karena kita belum bisa lokalisir sumber api," kata Nawa saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat.

Menurut dia, kondisi basement gedung tersebut saat ini mulai tergenang air akibat penanganan kebakaran yang berlangsung hingga semalaman.

"Karena kondisi basement sudah tergenang air, jadi menambah apa, risiko bagi petugas kalau kita paksakan," ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan kendala lain yang dialami personel di lapangan, di antaranya risiko struktur bangunan yang rapuh karena telah terbakar selama sekitar 24 jam.

"Struktur bangunan kan sudah dipanasi selama hampir 24 jam itu ta' pikir ya berisiko juga," katanya.

Pihaknya juga masih mencari bahan atau pemicu yang menyebabkan sumber api di basement masih timbul hingga menyebabkan asap cukup tebal jika dilihat dari luar gedung.

"Itu asapnya masih keluar banyak gitu berarti masih ada, masih ada pembakaran di dalam," ujarnya.

Ia menyebut lebih dari 30 personel yang terdiri atas berbagai unsur, seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), masih bersiaga di lokasi kebakaran hingga saat ini.

"Estimasi bisa padam total itu belum bisa diperkirakan," katanya.

Ia juga mempertimbangkan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM) yang mulai kelelahan karena sejak sehari sebelumnya berupaya melakukan pemadaman secara intensif.

"Kita kan juga ngitung sapras ini sebenarnya kan sudah lelah saprasnya, SDM-nya juga wis kelelahan. Ini juga harus kita perhitungkan," ujarnya.

Menurut dia, akses menuju basement sulit dilalui meskipun petugas telah membuat berbagai jalur alternatif di tengah kondisi asap dan suhu yang masih tinggi.

"Tidak bisa diakses basement-nya. Mau dibuat jalur yang biasa kemarin gagal, dibuat jalur alternatif juga enggak bisa ditembus," katanya.