Muji menuturkan, proses evakuasi memerlukan waktu sekitar satu jam. Petugas sempat kewalahan karena tenaga king kobra itu begitu kuat.

"Sebenarnya kalau kita nangani semua jenis binatang buas sih hampir semua sudah pernah kau kobra, piton, dan sebagainya. tapi emang ini karena king cobra, saya empat orang saja tenaganya sampai kewalahan. Alat kita yang grab stick itu kan sampai meleyot," ungkap Muji.

Muji mengungkapkan, panjang ular tersebut mencapai sekitar tiga meter. Ia mengaku heran karena baru kali ini menemukan ular king cobra di wilayah Kabupaten Semarang.

"(Panjangnya) Kira-kira tiga meter lebih. Yang saya janggal itu di Kabupaten kok baru ini ya ada king cobra seperti itu. Saya yang takutkan kan kalau ada yang lain sampai ada beranak-pinak atau mungkin kalau dipelihara orang," tutur Muji.

Usai evakuasi, pihak Damkar kemudian hendak menyerahkan ular itu ke Exalos Indonesia. Namun karena ukuran ularnya yang terlalu besar, ular itu urung dibawa oleh komunitas edukasi dan pecinta ular tersebut. Akhirnya ular itu diserahkan ke BKSDA Jawa Tengah.

"Setelah kami amankan kami bawa ke Posko Damkar Ungaran. Kemudian kita koordinasi dengan tim Exalos, kita serahkan dan ternyata tim Exalos juga tidak punya tempat kandangnya, soalnya besar sekali kan," terang Muji.

"Dengan kesepakatan kita, lebih amannya, langsung saya sampai malam itu kita serahkan ke kantor BKSDA Jateng. Tindakan lebih lanjut kan mau dirilis atau diapakan kita serahkan ke situ," tutupnya.

Ketua Umum Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, mengatakan ular king cobra tersebut lebih spesifik bernama king cobra Sunda atau ophiophagus bungarus. Panjang maksimalnya bisa mencapai lima meter.

"Itu panjang maksimalnya sekitar lima meter kurang lebih dan jarang," kata Janu saat dihubungi NadiKabar, Senin (31/8).

Janu menerangkan king cobra Sunda punya wilayah persebaran yang merata di sejumlah pulau di Indonesia. Namun di wilayah Jawa Tengah sendiri, persebaran ular tersebut tidak ada di Ungaran.

"Dia punya persebaran di antaranya adalah di Pulau Jawa. Jadi Sumatera, pulau Jawa, pulau Kalimantan, kemudian Sulawesi ini tempat persebarannya. Pulau Jawa ini hampir merata dari Jawa Barat dari Banten sampai dengan Jawa Timur," terang Janu.

"Di Jawa Tengah ini biasa ditemukan di wilayah Temanggung, Wonosobo, kemudian Kabupaten Pekalongan bagian selatan, Banjarnegara, Banyumas," tambahnya.

Janu juga merasa keheranan mengapa ular tersebut bisa sampai di wilayah permukiman di Ungaran. Ia menduga ular tersebut merupakan ular lepasan.