"Puskopkar PTPN VIII memberikan contoh bahwa koperasi tidak harus berhenti pada bisnis yang sudah berjalan. Koperasi dapat mengembangkan usaha baru dengan tetap memanfaatkan kekuatan yang dimiliki, sekaligus membangun sumber pendapatan yang lebih beragam," ujar Krisdianto.

Ia menambahkan dukungan dana bergulir LPDB Koperasi diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha koperasi agar mampu tumbuh secara sehat, produktif, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota.

"Yang kami harapkan bukan hanya pembiayaan tersalurkan, tetapi bagaimana pembiayaan tersebut menjadi pengungkit produktivitas dan kemandirian koperasi. Ketika unit usaha berkembang, aset bertambah, dan bisnis semakin kuat, pada akhirnya manfaatnya harus kembali kepada anggota," kata Krisdianto.

Krisdianto juga mengapresiasi komitmen Puskopkar dalam memperkuat tata kelola dan mengembangkan portofolio bisnis. Menurutnya, keberanian koperasi melakukan diversifikasi harus berjalan seiring dengan perencanaan bisnis, manajemen risiko, serta kemampuan mengelola pembiayaan secara bertanggung jawab.

"Puskopkar sedang membangun fondasi agar koperasi memiliki lebih banyak pilihan sumber pertumbuhan. Ini sejalan dengan semangat LPDB Koperasi untuk mendorong koperasi menjadi lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing," ujarnya.

Dengan menaungi 43 koperasi primer dan ribuan anggota yang sebagian besar berasal dari ekosistem PTPN, Puskopkar PTPN VIII kini tidak hanya berupaya mempertahankan bisnis yang telah berjalan, tetapi juga membangun portofolio usaha baru. Dari angkutan produksi dan distribusi teh hingga agrowisata dan bisnis jasa, diversifikasi menjadi strategi Puskopkar untuk memperkuat koperasi sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi para anggotanya.