Lebih dari itu, ia mengatakan momentum tersebut menandai awal dari kemitraan ekonomi yang semakin erat antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.

β€œKami akan terus memperdalam kerja sama bilateral dengan menjajaki berbagai peluang di Madinah dan sektor-sektor strategis lainnya di luar sektor properti yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Rosan.

CEO Thakher Development Faisal Shaker mengatakan langkah tersebut merupakan momen bersejarah bagi Thakher Makkah.

Menurut dia, kehadiran negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki properti di kawasannya mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah, sekaligus terhadap langkah Kerajaan Arab Saudi membuka Makkah bagi mitra jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama untuk melayani para tamu Allah.

β€œThakher Development merancang peluang investasi untuk mendukung kemitraan berskala besar seperti ini. Kami bangga telah menuntaskan transaksi ini, mulai dari penandatanganan hingga peralihan hak kepemilikan, dalam waktu 10 (sepuluh) bulan,” ujar Faisal.

Fokusnya saat ini yaitu memastikan keselarasan antara ambisi investasi Danantara dan strategi pengembangan pihaknya, serta mendukung Danantara dalam mewujudkan tahap berikutnya supaya semakin banyak jemaah Indonesia dapat menginap di lokasi yang dekat dengan Masjidil Haram, katanya menambahkan.

β€œHari ini, kami telah mewujudkan peluang ini menjadi model yang dapat direplikasi dan menjadi pintu masuk bagi investor internasional ke Makkah,” ujar Faisal.

Sementara itu, CEO Khomasiah Group Ammar Baroum mengatakan bahwa transaksi penting itu merupakan tonggak sejarah yang signifikan bagi Makkah, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap pasar Arab Saudi beserta potensi jangka panjangnya.

Ia mengatakan bahwa komitmen Danantara menegaskan iklim investasi Arab Saudi yang menarik termasuk peluang investasi di sektor perhotelan dan properti, khususnya di Makkah dan Madinah.