"Ini sudah selesai kita tentukan, sehingga harapannya yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan saja yang kita kelola," ujar Dony.

Selain sektor konstruksi, ia mengungkapkan Danantara juga tengah melakukan proses konsolidasi terhadap perusahaan-perusahaan BUMN sektor asuransi.

Pihaknya menargetkan merger perusahaan BUMN asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit dapat selesai pada akhir tahun 2026, termasuk perusahaan asuransi berbasis syariah.