"Kalau untuk tolok ukur keberhasilan adalah berapa banyak investasi dan kerja sama atau strategic partnership yang kita bangun melalui forum ini," kata Sigit.

Sementara itu, Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia Pahala Nugraha Mansury menambahkan DTIIF merupakan platform untuk membangun kepercayaan dan mempererat keterlibatan dengan para pemangku kepentingan global.

Melalui forum tersebut, Danantara juga ingin memberikan kesempatan kepada para pemangku kepentingan global untuk melihat secara langsung kapasitas Indonesia dalam pengembangan teknologi dan inovasi, termasuk melalui kontribusi peneliti atau akademisi serta perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Pahala berharap, interaksi dan keterlibatan langsung berbagai pemangku kepentingan melalui forum ini dapat menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun ekosistem teknologi dan inovasi sekaligus memperkuat kepercayaan para mitra global terhadap peluang investasi di Indonesia.

DTIIF 2026 ditargetkan dihadiri sekitar 1.500 peserta selama tiga hari pelaksanaan, termasuk 170 inovator global, 131 CEO perusahaan teknologi global, 67 pusat riset dan inovasi, serta lebih dari 50 badan usaha milik negara (BUMN).

Forum tersebut juga akan dihadiri para peraih Nobel, investor sovereign dan institusional, pemimpin pemerintahan, mitra akademik, serta perusahaan rintisan yang tengah berkembang.