"Seiring Indonesia terus mengembangkan industri hilir, proyek ini menjawab kebutuhan strategis, dengan potensi memperkuat pasokan dalam negeri dan mendukung pengembangan basis industri yang lebih terintegrasi," terang Oki.
Di sisi lain Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, sangat menyambut positif penyelesaian kemitraan investasi ini. Sebab selain memperkuat pasokan industri, proyek skala besar ini disiapkan untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.
Dalam hal ini tahap konstruksi proyek diperkirakan membuka 3.000 lapangan kerja, sedangkan tahap operasional akan menyerap sekitar 250 tenaga kerja permanen.
"Melalui sinergi antara kemampuan DIM dan INA dalam menyediakan investasi jangka panjang serta pengalaman Chandra Asri Group di sektor industri, proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan bahan kimia strategis bagi industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta mendukung agenda hilirisasi Indonesia. Dengan target mulai beroperasi secara komersial pada 2027," tutur Erwin.