Implementasi dukungan tersebut terlihat dari penyaluran pupuk dengan volume pesanan rata-rata 4–5 ton per koperasi. Sementara itu, distribusi LPG disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing koperasi agar ketersediaan pasokan tetap terjaga dan masyarakat dapat mengakses kebutuhan tersebut dengan lebih mudah.

BP BUMN bersama Danantara berkomitmen terus mendorong kolaborasi antar-BUMN untuk memastikan program KDKMP berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat distribusi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, tetapi juga menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa dan kelurahan serta memperluas pemerataan manfaat pembangunan nasional.