NADIKABAR.COM — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan pihaknya menyiapkan tambahan modal guna memperkuat kinerja PT Industri Kereta Api (INKA).
Menurut Dony, tambahan modal menjadi bagian dari transformasi badan usaha milik begara (BUMN) sektor industri agar mampu mendukung pengembangan transportasi publik berbasis kereta di Indonesia.
"Karena memang transformasi transportasi publik kita itu akan lebih banyak di kereta api, maka kita dorong transformasi INKA-nya juga berjalan baik," kata Dony di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan pihaknya menyiapkan berbagai langkah perbaikan untuk meningkatkan kapasitas produksi INKA yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan pengadaan sarana perkeretaapian nasional.
Dony mengatakan pembenahan tersebut diperlukan karena transportasi publik berbasis kereta diproyeksikan terus berkembang, sehingga industri nasional harus memiliki kemampuan produksi yang semakin besar dan kompetitif.
Menurut dia, kondisi keuangan INKA masih menjadi tantangan karena perusahaan memiliki ekuitas negatif serta pinjaman tidak berkelanjutan sekitar Rp4,7 triliun yang perlu segera dibenahi.
"Nah, saat ini kapasitas mereka belum cukup untuk itu. karena itu, sedang kita lakukan nanti improvement di situ, termasuk juga penambahan modal karena kan mereka itu sebetulnya punya financial problem juga INKA itu. Ya, equity-nya negatif, ada unsustain loan Rp4,7 triliun," ucapnya.
Ia menilai penyehatan keuangan menjadi prasyarat penting agar INKA mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing industri perkeretaapian nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Meski demikian, Dony belum menyebutkan besaran tambahan modal yang akan diberikan kepada INKA maupun jadwal penyalurannya.
Dony berharap tambahan modal dan transformasi menyeluruh mampu menjadikan INKA sebagai tulang punggung industri transportasi publik nasional yang semakin kuat dan berkelanjutan pada masa mendatang.
"Jadi semua dirapikan. INKA itu juga punya masalah keuangan. Nah, karena itu kita harus benahi ya, supaya nanti ke depannya INKA ini bisa menjadi industri transportasi publik kita," kata Dony.