Pada kasus WIKA, beban utang perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp34 triliun yang tak diimbangi kecukupan aset penjamin (underlying assets). Sementara pada Waskita Karya, pihaknya tengah mengkaji opsi penyehatan, antara lain dengan mengevaluasi potensi pengoptimalan portofolio aset jalan tol (Waskita Toll Road).

β€œKita mesti betul-betul melihat mesti diapain perusahaan ini, karena arah dari Pak Presiden sekali kita melakukan perbaikan itu harus tuntas. Kita enggak mau setengah-setengah hanya poles-poles, enggak ada gunanya. Ini yang agak memakan waktu,” kata dia.

β€œSaya orangnya mesti teliti satu-satu, dilihat lagi future-nya akan kayak gimana dan sebagainya, tapi kalau yang empat (BUMN-BUMN Karya yang cenderung lebih sehat) relatifly mudah untuk kita lakukan (merger),” ucap COO Danantara.