Kemitraan itu juga membuka peluang kolaborasi dengan badan usaha milik negara (BUMN) dalam ekosistem Danantara yang bergerak di industri terkait dengan menggabungkan kapasitas investasi Danantara dan keahlian teknologi Thales.
Investasi yang nantinya dikembangkan melalui kerja sama tersebut diharapkan dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik dan membuka peluang bagi masyarakat Indonesia.
Meski demikian, MoU tersebut masih merupakan kerangka awal kerja sama. Danantara menyatakan setiap rencana investasi yang lebih spesifik akan melalui evaluasi lebih lanjut, mengikuti ketentuan tata kelola yang berlaku, serta membutuhkan perjanjian definitif yang disepakati kedua pihak.
Senior Vice-President Asia and Latin America Thales Group Guy Bonassi mengatakan kemitraan tersebut merupakan kerja sama pertama Thales dengan Danantara pada sektor-sektor strategis, termasuk AI dan pertahanan.
“Kami merasa terhormat dipilih oleh Danantara Indonesia untuk berkontribusi pada proyek-proyek ambisius yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penguatan kapabilitas industri lokal,” ujar Guy.