Menurut dia, pengalaman Thales yang telah hadir di Indonesia selama hampir 50 tahun diharapkan dapat mendukung penguatan kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional.
Thales memiliki keahlian di bidang pertahanan, kedirgantaraan, keamanan siber, serta solusi digital.
Dalam keterangan perusahaan, Thales menyebut mengalokasikan 4,5 miliar euro atau sekitar Rp91,76 triliun setiap tahun untuk riset dan pengembangan, antara lain pada AI, keamanan siber, teknologi kuantum, dan komputasi awan.
Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 85.000 karyawan di 65 negara dan membukukan penjualan sebesar 22,1 miliar euro atau sekitar Rp450,64 triliun pada 2025.
Sementara itu, Danantara Indonesia memiliki mandat mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN untuk mendukung antara lain industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi.