NADIKABAR.COM — Dandim 1403 Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro menyoroti tambang emas ilegal di Bajo Barat masih terus beroperasi kendati sudah ditertibkan oleh tim gabungan. Dia menegaskan pihaknya akan melakukan penertiban besar-besaran terhadap pelaku tambang yang membandel tersebut.
"Saat ini saya sudah perintahkan Koramil untuk pantau langsung dan masih ada yang bekerja, saya pribadi sebagai Dandim telah komitmen akan melakukan penertiban," kata Letkol Windra kepada NadiKabar, Rabu (9/9/2026).
Windra menjelaskan jajaran Forkopimda Kabupaten Luwu sebenarnya sudah pernah membuat berita acara terkait kesepakatan penolakan tambang emas ilegal di Bajo Barat tersebut. Namun, tambang itu tetap beroperasi sehingga tim gabungan TNI, Polri dan Satpol PP turun tangan melakukan penertiban di lokasi tersebut.
"Tim gabungan sekitar 2 minggu lalu kita lakukan penertiban, itu ada alat bukti 3 ekskavator dan peralatan penambang lainnya yang diamankan," bebernya.
Namun, beberapa hari setelah oleh penertiban tim gabungan tersebut, kata Windra, para penambang kembali bekerja menggunakan alat berat. Dia pun mewanti-wanti langkah penertiban besar-besaran bila upaya persuasif tidak diindahkan oleh para penambang.
"Saat ini anggota masih persuasif tapi pekerja masih tidak mendengar, ada satu dua alat yang masih jalan dan kalau kami tidak ingatkan secara tegas begitu yang lain pasti akan ikut-ikutan nantinya, penambang jadi banyak lagi," tegasnya.
Windra menambahkan, aktivitas tambang ilegal juga telah menelakan korban. Dia menyebut, seorang pelajar berusia 15 tahun tewas tertabrak tronton yang membawa eskavator yang bekerja pada tambang ilegal pada Sabtu (5/9) lalu.
"Kekesalan saya juga karena ada tronton yang tabrak pelajar itu, itu saya yakin seyakin-yakinnya ekskavator itu dari Desa Marinding, dimana alat itu digunakan melakukan penambangan, saya jengkel sekali lihat itu," ungkapnya.
"Makanya saya coba perintahkan ke jajaran saya komunikasi dengan Kapolres, makanya tanpa saya sampaikan juga saya bertanggung jawab apa yang terjadi di atas, karena itu sudah komitmen kita semua. Forkopimda sudah komitmen dan bertanda tangan dan setelah itu penertiban, kalau setelah itu masih terjadi kegiatan ilegal diatas kami juga punya kewajiban gerak sendiri, kami tertibkan," pungkasnya.