Kemudian, situasi meningkat hingga terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam.
"Personel TNI berupaya mengendalikan situasi dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, massa terus melakukan tindakan anarkis sehingga mengancam keselamatan personel," ujarnya.
Menghadapi kondisi tersebut, lanjut Mustafa, personel mengambil tindakan pengamanan secara bertahap. TNI terlebih dahulu melepaskan tembakan peringatan menggunakan amunisi hampa, lalu amunisi karet.
"Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan bendera bintang bulan dari lokasi kegiatan," kata dia.
Insiden tersebut membuat salah seorang warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie bernama Abzalul Riza meninggal dunia dan telah dimakamkan.
TNI AD menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban serta keprihatinan terhadap seluruh warga dan personel yang mengalami luka-luka dan berharap para korban segera pulih.
Selain penertiban di Pulo Keunari, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.