NADIKABAR.COM — Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Teuku Mustafa Kamal menyatakan kondisi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh kembali kondusif pasca bentrokan penertiban bendera bintang bulan pada Rabu (4/11).

"Kondisi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, secara umum telah kondusif," kata dia dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Aceh, Kamis.

Sebelumnya, penertiban bendera bintang bulan oleh personel TNI AD di Desa Pulo Keunari Kabupaten Pidie dalam rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memicu bentrokan dengan masyarakat setempat.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 14 warga menjadi korban, 13 orang mengalami luka-luka, dan satu orang meninggal dunia akibat tertembak di bagian dada. Serta, enam personel TNI juga mengalami luka-luka.

Mustafa menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika personel Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait melaksanakan penertiban setelah panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mengibarkan bendera bintang bulan di Meunasah Desa Pulo Keunari.

Sebelum melakukan penertiban, kata dia, aparat gabungan TNI dan Polri telah melakukan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara.

Namun, upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan karena panitia tetap mempertahankan pengibaran bendera tersebut.

Kemudian, situasi meningkat hingga terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam.

"Personel TNI berupaya mengendalikan situasi dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, massa terus melakukan tindakan anarkis sehingga mengancam keselamatan personel," ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, lanjut Mustafa, personel mengambil tindakan pengamanan secara bertahap. TNI terlebih dahulu melepaskan tembakan peringatan menggunakan amunisi hampa, lalu amunisi karet.

"Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan bendera bintang bulan dari lokasi kegiatan," kata dia.

Insiden tersebut membuat salah seorang warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie bernama Abzalul Riza meninggal dunia dan telah dimakamkan.

TNI AD menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban serta keprihatinan terhadap seluruh warga dan personel yang mengalami luka-luka dan berharap para korban segera pulih.

Selain penertiban di Pulo Keunari, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel bawah kendali operasi (BKO) melaksanakan patroli serta komunikasi sosial dengan masyarakat.

Kegiatan yang semula direncanakan berlangsung di Desa Udeung Poroh akhirnya berpindah ke Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Mustafa menegaskan TNI terus mengutamakan pendekatan persuasif, komunikasi sosial serta koordinasi dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

Personel TNI masih melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat.

Selain itu, juga mengimbau kepada masyarakat Aceh untuk tidak menggunakan, apalagi mengibarkan simbol berkaitan dengan separatis yang dilarang di Indonesia.

"TNI akan menjalankan setiap tindakan di lapangan secara profesional dengan memperhatikan ketentuan hukum serta keselamatan masyarakat dan personel," ucapnya.