Kemudian pada tanggal 20 Mei 1883, sesudah tenang selama dua abad, erupsi besar terjadi kembali. Erupsi mengalami puncaknya pada 26 dan 28 Agustus 1883, inilah letusan Gunung Krakatau yang paling dikenal karena kedahsyatannya. Erupsi diperkirakan menghasilkan batu apung dan abu sebanyak 18 km3

Gunung api Perbuatan, Danan dan setengah dari Rakata hilang ambles. Meninggalkan sebuah cekungan baru dengan kedalaman 250 m dan diameter 70 km.

Proses amblesnya Krakatau tersebut menimbulkan gelombang pasang 20 meter menyapu pantai-pantai di Selat Sunda, Jawa bagian barat, dan mengakibatkan 36.417 orang tewas.

Selama berpuluh-puluh tahun, proses vulkanik terjadi usai erupsi tersebut. Selanjutnya, munculah kerucut gunung api baru yang disebut Anak Krakatau. Gunung Anak Krakatau lahir pada Bulan Desember 1927 atau 44 tahun setelah erupsi besar.

Dataran Baru Setelah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kini, dataran baru kembali muncul di kawasan itu. Daratan baru muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, setelah erupsi terjadi beberapa waktu lalu. Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkap daratan baru tersebut seluas 32,8 hektare.