Pada awal 2022, Bayu menjadi figur kunci dalam membongkar sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi seksual jaringan Sukabumi-Papua. Di bawah penanganannya, sejumlah anak di bawah umur yang hampir diterbangkan ke luar pulau berhasil diselamatkan dan dipulangkan kepada keluarganya.
Tak hanya kasus perdagangan orang, ia juga konsisten menyelesaikan puluhan berkas perkara kekerasan seksual serta perlindungan korban anak ke meja hijau.
"Melihat masa depan anak-anak nyaris terenggut karena kejahatan kemanusiaan adalah hal yang paling memilukan. Tugas kami bukan hanya menangkap pelakunya, melainkan memastikan anak-anak tersebut dapat kembali pulang dan memulihkan kembali harapan hidupnya," ujar Bayu mengenang aksinya kala itu.
Kepemimpinannya di level kewilayahan terus teruji saat dipercaya memimpin sejumlah polsek jajaran Polres Sukabumi, mulai dari Polsek Lengkong hingga Polsek Gegerbitung.
Di Lengkong, ia menginisiasi evakuasi kemanusiaan terhadap kakak-beradik dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terpasung di bilik kayu di pelosok Pabuaran, mengawal langsung rujukan medis mereka ke RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.