NADIKABAR.COM — Urusan lingkungan kini tak hanya soal memenuhi aturan. Perusahaan didorong mengembangkan inovasi yang bisa mengurangi dampak lingkungan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam seminar Beyond Compliance: Innovation for Sustainable Business and Resilient Community yang digelar PT SUCOFINDO (PERSERO) di Nusa Dua, Bali, sebagai bagian dari rangkaian Road to Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO) Sandry Pasambuna mengatakan kepatuhan terhadap aturan merupakan titik awal. Menurutnya, aspek lingkungan dan sosial perlu masuk ke dalam strategi bisnis agar dapat menciptakan nilai dalam jangka panjang.

"Kinerja lingkungan dan sosial semestinya ditempatkan sebagai bagian dari strategi untuk membangun ketahanan dan menciptakan nilai jangka panjang. Compliance adalah titik awal, inovasi adalah langkah berikutnya, dan keberlanjutan adalah tujuan yang ingin kita capai bersama," ujarnya.

Salah satu pembahasan dalam seminar tersebut adalah perkembangan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER). Narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Edward Nixon Pakpahan, memaparkan implementasi Permen LH/BPLH Nomor 7 Tahun 2025 yang membawa sejumlah perubahan dalam kriteria penilaian PROPER.