Ayesha bilang dulu dia bukan anak yang percaya diri ketika harus tampil di depan orang banyak. "Aku dari kecil awalnya nggak pede, terus setelah ngikut ini aku lebih percaya diri," kata dia.

Cerita berbeda datang dari Nayla. Sang ibu mengatakan putrinya yang merupakan penyandang disabilitas tunagrahita.

Dia mengetahui kelas tersebut dari seorang teman. Sekitar delapan tahun lalu, sang ibu kemudian membawa Nayla untuk mencoba. Ternyata menari menjadi aktivitas yang membuatnya nyaman dan mampu menyalurkan bakat yang sebelumnya belum terlihat.

"Nayla ini ternyata bakat yang terpendam itu langsung tersalurkan di sini," ujar sang ibu.

Seiring berjalannya waktu, Nayla bahkan semakin berani mengikuti gerakan penari lain yang lebih senior. Menurut sang ibu, ketika menari, ekspresi bahagia Nayla terlihat jelas.