Salah satu tarian yang paling disukai Nayla adalah tari Kembang Jatoh Betawi. Dia juga pernah membawakan tari Ondel-Ondel dan bahkan dipercaya untuk maju ke depan membantu mengajarkan gerakan.
Perjalanan itu membuat perubahan besar bagi Nayla. Dari yang sebelumnya malu bertemu orang dan tidak berani tampil, ia kini sudah berani naik ke panggung dalam sejumlah acara. Sang ibu menyebut Nayla pernah tampil di Balai Sarbini, AEON Mall, dan Margo City.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya untuk membangun keberanian melalui tari. Cerita Ayesha dan Nayla menunjukkan bahwa belajar tari tidak selalu soal seberapa cepat seseorang menguasai gerakan. Ada proses lain yang ikut tumbuh, mulai dari percaya diri, keberanian, hingga rasa senang ketika tampil.
Kelas tari di Museum Kebangkitan Nasional sendiri terbuka bagi berbagai usia dan juga peserta difabel. Program tersebut tidak dipungut biaya dan menjadi salah satu ruang bagi siapa saja yang ingin belajar seni tradisional.