"Orang tua belum mengizinkan jauh-jauh karena saya baru lulus. Makanya cari di Jabodetabek dulu. Nanti kalau sudah punya karier dan pekerjaan tetap, baru ada niat pulang ke Papua, karena biaya kembali ke sana juga tidak sedikit," katanya.

Terlebih, dia tak menampik ketatnya persaingan bursa tenaga kerja saat ini, di mana lulusan setingkat SMA/SMK hingga perguruan tinggi sekalipun kerap kesulitan menembus pasar kerja. Kendati demikian, ia tetap memelihara asa dan mempersiapkan fisik maupun mental.

"Harapan saya, pemerintah bisa memberi peluang lebih besar bagi masyarakat kecil dan keluarga tidak mampu agar lebih mudah memperoleh akses pekerjaan," katanya.

Sementara, warga Klender, Jakarta Timur bernama Jupri (59) mengaku tetap percaya diri melangkah dari stan ke stan, bersaing dengan ribuan pelamar yang didominasi generasi muda.

Pria lulusan S1 Manajemen Informatika asal Padang, Sumatera Barat ini sebelumnya bekerja selama 25 tahun sebagai koordinator lapangan dan kantor di sebuah perusahaan pelabuhan.