Namun, perjalanan panjangnya terhenti pada 2023 setelah perusahaan tempatnya bernaung tutup akibat kalah proses tender.
Demi menafkahi keluarga dan membiayai dua anaknya, selama ini dia melakoni berbagai pekerjaan serabutan.
Dalam bursa kerja pertamanya ini, Jupri telah mengirimkan berkas lamaran digital ke lebih dari 20 perusahaan di bursa kerja tersebut. Ia mengakui peluangnya terbilang tipis karena faktor usia, tetapi ia memilih untuk tetap berikhtiar secara maksimal.
Dalam akhir keterangannya Jupri menitipkan pesan dan harapan kepada pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, agar meninjau kembali kebijakan batas usia dalam perekrutan tenaga kerja.
"Pesan saya untuk pemerintah, tolong jalur tenaga kerja dibuka seluas-luasnya, dan kalau bisa jangan ada batasan usia seperti di luar negeri. Selama masih mampu dan produktif, beri kesempatan yang sama," katanya.