Unsur budaya Indonesia juga hadir pada kesempatan tertentu. Pada peringatan Hari Batik Nasional 2025, misalnya, prama-prami KAI Services mengenakan batik karya Anne Avantie dengan motif Sawunggaling dan Truntum. Sawunggaling membawa makna kekuatan dan keteguhan, sementara Truntum merepresentasikan cinta yang tulus dan konsisten.
Perubahan seragam berjalan bersama perubahan ruang dan cara mereka bekerja. Prama-prami kini melayani kebutuhan pelanggan di sepanjang rangkaian serta mendukung pelayanan makanan dan minuman selama perjalanan.
Hampir satu abad setelah restoran kereta api mulai dikenal pada era 1930-an, kereta makan tetap menjadi bagian dari perjalanan KA Jarak Jauh.
Namun, kereta makan yang ditemui pelanggan saat ini berasal dari berbagai generasi sarana. KAI masih mengoperasikan kereta makan eksisting, melakukan peningkatan terhadap kereta makan melalui program modifikasi, serta secara bertahap menerima kereta makan baru sebagai bagian dari program regenerasi sarana.
Secara fungsi, kereta makan dilengkapi dapur dan ruang saji untuk mendukung penyediaan makanan dan minuman selama perjalanan. Pada sejumlah kereta makan tersedia pula tempat duduk yang memungkinkan pelanggan menikmati makanan dan minuman sembari perjalanan berlangsung.
Modernisasi salah satunya dilakukan melalui kemampuan internal KAI di Balai Yasa Tegal.
Sepanjang 2024–2025, sebanyak 17 Kereta Makan M1 selesai dimodifikasi, terdiri atas empat unit pada 2024 dan 13 unit pada 2025. Seluruhnya kemudian digunakan kembali untuk mendukung operasional sejumlah perjalanan KA Jarak Jauh.
Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan 10 Kereta Makan M1 yang masuk program modifikasi.
Pekerjaan menyentuh berbagai bagian sarana, mulai dari pemeriksaan rangka dasar, sistem roda, pengereman dan kelistrikan hingga peningkatan pencahayaan, tata ruang serta fasilitas bagi pelanggan. Setiap sarana kemudian melewati pemeriksaan kualitas dan pengujian fungsi sebelum kembali digunakan.
Hasil modifikasi tersebut bahkan telah melayani perjalanan di luar Jawa. Salah satunya digunakan pada KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuklinggau PP di Sumatra Selatan.
“Modernisasi tidak selalu berarti mengganti sarana lama dengan yang baru. KAI juga meningkatkan sarana yang masih laik melalui program modifikasi. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan dapat dilakukan melalui regenerasi sarana baru sekaligus optimalisasi kereta eksisting,” ujar Anne.
Pada saat yang sama, regenerasi berlangsung melalui pengadaan kereta baru produksi PT INKA.
Dalam kontrak pengadaan 612 kereta periode 2023–2027, komposisinya mencakup 297 kereta eksekutif, 199 kereta ekonomi, 57 kereta makan, 57 kereta pembangkit, dan dua kereta bagasi.
Angka 57 kereta makan tersebut merupakan jumlah dalam kontrak pengadaan, sehingga tidak menggambarkan jumlah seluruh kereta makan KAI maupun jumlah kereta makan baru yang sudah beroperasi saat ini. Proses produksi, serah terima, dan pengoperasian berlangsung secara bertahap.
Kereta makan baru mulai hadir pada sejumlah rangkaian Stainless Steel New Generation. Kehadirannya melengkapi kereta makan generasi sebelumnya serta kereta makan hasil modifikasi yang masih beroperasi.
Dengan demikian, pelanggan dapat menjumpai karakter kereta makan yang berbeda bergantung pada rangkaian kereta api yang digunakan.