β€œSetiap generasi sarana mempunyai perjalanan sendiri. Saat ini kereta makan lama yang masih andal, kereta hasil modifikasi, serta kereta baru dapat berada dalam ekosistem operasi yang sama. Regenerasi kami lakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan keselamatan, keandalan, dan kenyamanan pelanggan,” kata Anne.

Apa yang Bisa Dinikmati di Kereta Makan Hari Ini?

Perubahan juga terasa dari makanan dan minuman yang tersedia.

Layanan konsumsi saat ini dikelola KAI Services melalui Kuliner Kereta, dengan pilihan menu yang berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan. Beberapa menu yang dikenal dalam perjalanan antara lain Nasi Goreng Parahyangan Legend, Nasi Sei Sapi, dan Nasi Sapi Lada Hitam, disertai berbagai pilihan makanan ringan dan minuman.

Pada momen tertentu, pilihan makanan juga menyesuaikan kebutuhan perjalanan. Selama Ramadan 2026, misalnya, tersedia pilihan seperti Buko Pandan, Bubur Kacang Hijau, Kolak Pisang, kurma, dan gorengan.

Pelanggan juga tidak harus selalu mendatangi kereta makan untuk memperoleh makanan dan minuman. Pelayanan dilakukan oleh prama-prami di sepanjang rangkaian sehingga kebutuhan konsumsi dapat dilayani selama perjalanan.

Di sinilah perjalanan sejarah itu bertemu dengan kondisi hari ini.

Jika pada masa awal pelanggan mendatangi kereta restorasi untuk memperoleh makanan dan minuman, kini pelayanan dapat hadir langsung mendekati tempat duduk pelanggan. Sementara itu, kereta makan tetap menjadi ruang untuk menyiapkan, menyajikan, serta menikmati makanan dan minuman selama perjalanan.

Ruang Makan yang Menjadi Ruang Interaksi

Fungsi kereta makan bahkan berkembang menjadi ruang interaksi selama perjalanan.

Pada berbagai kesempatan, ruang tersebut dapat menjadi tempat pelanggan berbincang dan menikmati perjalanan dengan suasana berbeda dari tempat duduknya. Aktivasi tematik juga pernah dihadirkan KAI Services di dalam kereta, termasuk penyesuaian dekorasi dan busana petugas pada momentum tertentu.

Perubahan tersebut memperlihatkan jarak perjalanan yang panjang dari pelayanan restoran kereta api pada era 1930-an.

Dari pelayan restorasi menuju prama-prami, dari RESTORKA menuju KAI Services, dari kereta makan generasi terdahulu menuju M1 hasil modifikasi dan kereta makan baru, serta dari pilihan konsumsi sederhana menuju ragam Kuliner Kereta, pelayanan di atas kereta terus bergerak mengikuti zamannya.

β€œBanyak hal telah berubah. Sarana semakin modern, seragam petugas berkembang, pilihan makanan semakin beragam, dan cara pelanggan mendapatkan pelayanan juga semakin mudah. Namun, ada satu benang yang tetap sama sejak puluhan tahun lalu, yaitu menghadirkan pelayanan selama pelanggan menjalani perjalanan dengan kereta api,” ujar Anne.

Menurut Anne, cerita pelayanan tersebut menjadi bagian menarik dari sejarah perkeretaapian Indonesia karena memperlihatkan sisi manusia di balik perkembangan teknologi dan sarana.

β€œKetika membicarakan sejarah kereta api, kita sering mengingat lokomotif, stasiun, atau jalurnya. Padahal, di dalam setiap rangkaian juga terdapat orang-orang yang selama puluhan tahun melayani perjalanan pelanggan. Dari pelayan restorasi pada masa lalu hingga prama-prami hari ini, mereka menjadi bagian dari cerita panjang pelayanan kereta api Indonesia,” tutup Anne.