Budi menegaskan, menjaga perdagangan tidak hanya berfokus pada peningkatan ekspor. Pemerintah juga wajib memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau, sekaligus membuka akses lebih luas bagi produk lokal untuk bersaing di pasar global.
Di tengah berbagai tantangan perdagangan global, kinerja ekspor Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor nasional sepanjang 2025 mencapai 282,91 miliar dolar AS, naik 6,15 persen dibandingkan capaian 2024 yang sebesar 266,51 miliar dolar AS.
Tren positif tersebut berlanjut pada periode Januari–Agustus 2026 dengan nilai ekspor mencapai 193,64 miliar dolar AS (naik 4,74 persen). Pada periode yang sama, neraca perdagangan Indonesia juga kembali membukukan surplus sebesar 7,25 miliar dolar AS.
Budi menilai capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas perdagangan Indonesia masih tangguh di tengah ketidakpastian global.
Meski begitu, tantangan utama ke depan adalah menjaga keberlanjutan pertumbuhan tersebut agar tidak bergantung pada komoditas atau pasar tertentu. Perluasan pasar tujuan ekspor serta peningkatan nilai tambah produk menjadi langkah krusial dalam memperkuat daya saing nasional.