Ia menambahkan dunia saat ini juga tengah bergerak dari ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Menurut Dasco, ketegangan Timur Tengah kini merambat melampaui wilayah konflik, mulai dari harga energi, biaya pengangkutan, rantai pasok, inflasi, dan berujung ke dapur keluarga Indonesia.
Ia berpendapat persaingan kekuatan besar, perebutan teknologi, dan perubahan arah perdagangan dunia juga mempersempit ruang bagi negara yang tidak siap.
Begitu pula di Indonesia, ada dinamika Laut Cina Selatan, keamanan pelayaran, kejahatan lintas batas, dan ancaman siber. Termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), asap lintas batas, banjir, cuaca ekstrem, serta ancaman pangan.
"Karena itu, persatuan tidak boleh berhenti menjadi semboyan. la harus menjelma menjadi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil," katanya.
Bertepatan dengan 98 tahun Sumpah Pemuda, pada hari ini masyarakat Indonesia termasuk mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan sejumlah tuntutan.