NADIKABAR.COM — Informasi pribadi sekitar 25.000 nasabah Bank Shinhan telah bocor, demikian pernyataan pihak bank pada Kamis.

Hal tersebut memicu otoritas pengawas keuangan melakukan pemeriksaan langsung di lokasi.

Menurut pihak bank, data mengenai pinjaman nasabah, pendapatan tahunan, nama, dan nomor telepon telah bocor akibat peretasan pada Rabu (30/9).

Shinhan menyatakan telah mengambil sejumlah langkah darurat untuk mengurangi potensi dampak buruk dari kebocoran tersebut.

Beberapa narasumber menyebutkan para peretas yang saat ini diduga berbasis di luar negeri menggunakan perangkat kecerdasan buatan (AI) yang canggih dalam serangan tersebut.

Para ahli berpendapat bahwa Bank Shinhan tampaknya tidak menjadi target khusus, melainkan kemungkinan besar menjadi korban serangan acak berbasis AI yang menyasar platform daring rentan.

Hal itu menekankan perlunya lembaga keuangan lain untuk tetap waspada dan memblokir upaya akses yang tidak wajar.

"Seluruh industri keuangan rentan terhadap serangan yang dibantu oleh perangkat AI. Lembaga keuangan perlu secepatnya melakukan pemeriksaan keamanan secara mandiri untuk mengatasi potensi kerentanan," kata seorang pejabat industri.

Sementara itu, Otoritas Pengawas Keuangan telah mengirim tim untuk memeriksa insiden kebocoran data tersebut pada Rabu dengan perkiraan bahwa penyelidikan akan memakan waktu beberapa bulan.

Bank Shinhan menyatakan telah membentuk tim tanggap untuk berupaya maksimal dalam menangani situasi tersebut dan telah menyelesaikan sejumlah langkah pengamanan, termasuk memblokir akses dari alamat IP eksternal serta menangguhkan layanan yang terdampak.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia