NADIKABAR.COM — Informasi cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diminta tidak hanya menjadi data, tetapi juga digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan, termasuk dalam pembangunan infrastruktur.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sudjatmiko, saat mengikuti kunjungan spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun BMKG Juanda, Surabaya, Jumat (28/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Komisi V membahas kesiapan BMKG serta sejumlah persoalan keselamatan transportasi, mitigasi cuaca ekstrem, dan perubahan iklim.
Sudjatmiko mengatakan informasi cuaca, iklim, dan peringatan dini BMKG semakin dibutuhkan seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem. Menurutnya, informasi tersebut perlu terhubung dengan keputusan pemerintah di lapangan.
"Informasi cuaca dan peringatan dini jangan berhenti sebagai data. Informasi tersebut harus menjadi dasar pengambilan keputusan, terutama ketika menyangkut keselamatan masyarakat dan pengguna transportasi," ujar Sudjatmiko.
Salah satu persoalan yang dibahas adalah potensi angin kencang di kawasan Jembatan Suramadu. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi dengan protokol yang jelas tim redaksi BMKG, pemerintah daerah, dan instansi terkait.