NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pengembangan pusat data (data center) di Indonesia membutuhkan tambahan listrik 20 gigawatt (GW). Angka itu setara 20% dari total kapasitas listrik yang ada saat ini.

"Tadi saya baru habis berbincang sama Dirut PLN, itu membutuhkan penambahan 20 GW. 20 GW ini sama dengan 20.000 MW. Itu sama dengan 20% dari total listrik yang existing sekarang. Ini enggak sedikit, cukup besar sekali," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Bahlil bilang kesiapan pasokan energi, terutama energi bersih, menjadi kunci agar Indonesia mampu menarik investasi pusat data berskala regional. Menurutnya, digitalisasi merupakan instrumen industrialisasi, dan tanpa dukungan energi yang memadai, perkembangannya justru akan memunculkan persoalan baru.