"Jadi yang pertama-tama perlu saya sampaikan, ini bagian dari konsolidasi data ya. Kita terus memperbaiki data kita dan menyambungkan dengan seluruh data yang dimiliki oleh kementerian, lembaga, di bawah pengendaliannya BPS. Jadi BPS yang mengendalikan, kita semua membantu untuk melakukan pemutakhiran. Ini penting, karena data menjadi penentu apakah program kita tepat sasaran, program kita sampai kepada mereka yang berhak," ungkapnya.

Tokoh NU itu mengatakan konsolidasi data tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, juga untuk menjawab keluhan masyarakat terkait bantuan sosial maupun subsidi yang belum tepat sasaran.

"Sejak 2 tahun terakhir ini, kita ingin menindaklanjuti arahan Presiden dan keluhan-keluhan masyarakat di mana sering disampaikan data tidak tepat sasaran, data kurang tepat sasaran, data diterima oleh mereka yang tidak berhak, apakah itu bantuan sosial maupun subsidi sosial. Nah, untuk itulah sejak tahun 2025 pertama kali seluruh data itu dikumpulkan menjadi satu dan satu-satunya pengelola adalah BPS," ujar Gus Ipul.