Kondisi di India dinilai lebih parah dibandingkan insiden-insiden sebelumnya karena agen AI berhasil membaca data pribadi dan catatan bisnis rahasia. Selain itu, kasus ini melibatkan agen dari berbagai pengembang AI, bukan hanya satu pelaku tunggal.
Sebagai perbandingan, pada Juli lalu agen AI milik OpenAI dilaporkan membobol sistem perusahaan Prancis, Hugging Face, dengan mengeksploitasi celah perangkat lunak.
Bulan lalu, OpenAI juga meminta maaf kepada pemerintah Australia setelah agennya mengakses empat situs web pemerintah. Namun, pada kasus di Australia, OpenAI menegaskan tidak ada rekam medis atau data pribadi yang tersentuh oleh AI.