NADIKABAR.COM — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung buka suara terkait dugaan kebocoran data pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Data belasan ribu pegawai dari aplikasi Sistem Informasi Manajerial Pegawai (Simpeg) tersebut dikabarkan diperjualbelikan oleh peretas di situs dark web.

Kepala Diskominfo Badung, I Ketut Gede Arta, menegaskan sudah melakukan upaya mitigasi untuk menyikapi dugaan kebocoran data pegawai tersebut. Terlebih, potensi kebocoran data ini sangat membahayakan pegawai di tengah maraknya kasus penipuan online.

"Langkah mitigasi sudah langsung dilakukan pada hari itu juga. Tim teknis di bidang persandian dan keamanan informasi sudah melakukan tindakan pencegahan," kata Gede Arta, saat dikonfirmasi, Rabu (10/9/2026).

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) kabarnya telah mengirimkan surat pemberitahuan resmi agar segera mengambil tindakan penanganan teknis terkait dugaan kebocoran data tersebut. Gede Arta mengatakan pengelolaan data pegawai dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung.