"Kami terus berkoordinasi dengan BKPSDM karena yang lebih tahu soal data pegawai itu di sana dengan vendornya," imbuh mantan Camat Kuta Selatan tersebut.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Badung I Wayan Putra Yadnya membantah adanya kebocoran data pegawai tersebut. Hanya saja, Putra Yadnya belum memberikan penjelasan terperinci karena mengaku sedang kurang sehat.

"Kami cuma disuruh hati-hati, karena kemarin saat sinkronisasi data Simpeg, ada terjadi kendala," kata Putra Yadnya merespons surat resmi dari BSSN.