NADIKABAR.COM — Pemerintah tengah merombak ulang data penerima manfaat batuan sosial (bansos) besar-besaran. Data penerima manfaat baru ini direncanakan mulai digunakan untuk penyaluran bansos mulai tahun depan.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan saat ini pemerintah tengah melakukan digitalisasi dan penyatuan data yang berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam hal ini, pemerintah memadankan data dari berbagai Kementerian/Lembaga semisal Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) di bawah Kementerian Dalam Negeri, data kepemilikan tanah dari Kementerian ATR/BPN, kemudian data kepemilikan kendaraan di Polri dan masih banyak lagi.
"Arahan Presiden kita jalankan roll out dari teknologi ini di bulan Oktober ini. Semua berjalan dengan bagus. Dukcapil sangat terkoordinasi, ada dari Kemendagri, ada data tadi dari Kementerian misalnya dari Kementerian Desa, tadi dari Menko PMK, kementerian agama, dan juga tadi dari Polri," ujar Luhut dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Rabu (30/9/2026).
"Semua datanya sudah berbicara satu sama lain, Kementerian/Lembaga ini dengan AI yang dibuat. AI yang dibuat oleh anak-anak Indonesia, putra-putri Indonesia. Dan sampai hari ini, ini sangat diapresiasi oleh dunia kalau saya katakan," sambungnya.