NADIKABAR.COM β Menjelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa daya saing sektor pariwisata Indonesia kian menguat.
βCapaian ini menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah terhadap sektor pariwisata, sekaligus besarnya modal alam dan budaya yang kita miliki. Namun, TTDI juga memberikan gambaran jelas mengenai pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan, terutama pada infrastruktur dan layanan pariwisata, kesehatan dan kebersihan, kesiapan digital, keterbukaan perjalanan, serta keamanan," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Jakarta, Jumat.
Mengutip data Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2026 yang dirilis World Economic Forum pada September, Widiyanti menyampaikan skor Indonesia meningkat menjadi 4,56 dari 4,46 pada 2024. Indonesia menempati peringkat ke-23 dunia, keenam di Asia Pasifik, dan kedua di Asia Tenggara setelah Singapura.
Indonesia juga menempati peringkat pertama dunia pada pilar Prioritization of Travel & Tourism dengan skor 6,12, peringkat kelima pada daya saing harga, kesembilan pada sumber daya alam, serta ke-15 pada sumber daya budaya dan dampak sosial ekonomi.
Widiyanti kemudian menyatakan bahwa investasi pariwisata kian tumbuh. Realisasi investasi pariwisata meningkat dari Rp47,14 triliun pada 2024 menjadi Rp73,56 triliun pada 2025 atau tumbuh 56,05 persen.
βInvestasi masih banyak terkonsentrasi di Bali dan Jakarta serta pada sektor amenitas. Karena itu, kami mendorong investasi yang lebih merata ke berbagai destinasi, termasuk 13 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Regeneratif serta KEK Pariwisata, sekaligus memperluas investasi pada atraksi wisata,β katanya.
Salah satu upaya untuk meningkatkan peluang investasi itu yakni dengan menggaet para investor untuk mengembangkan wisata bahari di Indonesia, khususnya dari sisi pelayaran (yachting) dan marina.