Pada September 2026, Widiyanti menghadiri "The 6th Monaco Smart & Sustainable Marina Rendezvous" untuk memperkenalkan potensi investasi marina Indonesia pada perwakilan lebih dari 160 organisasi sekaligus. Kehadiran Indonesia di Monako membawa pesan mengenai kesiapan Indonesia menjadi salah satu destinasi baru dunia untuk pengembangan yachting dan marina.
“Kita ingin kekuatan ini diterjemahkan menjadi investasi, lapangan kerja, peningkatan kualitas destinasi, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir,” katanya.
Indonesia juga menggelar Closed-Door Session bertajuk “Indonesia as an Emerging International Yachting and Marina Destination” yang membahas pendidikan dan sertifikasi awak kapal, penyusunan master plan maritime tourism, promosi, hingga business matching dengan investor internasional.
“Sebagai negara kepulauan di kawasan Coral Triangle, Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk mengembangkan wisata bahari dan industri maritim, dengan destinasi kelas dunia seperti Raja Ampat dan Labuan Bajo serta lebih dari 700 destinasi selam,” ucapnya.
Kemudian dari sisi Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Agustus 2026 mencapai 52,52 persen, meningkat 2,01 poin persentase dibandingkan Agustus tahun sebelumnya.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut secara kumulatif sepanjang Januari–Agustus 2026, TPK mencapai 49,56 persen atau naik 2,30 poin persentase, dengan peningkatan yang relatif merata pada hotel bintang satu hingga bintang lima.