NADIKABAR.COM — Bu Tan, Hock Tan, dan Jenny Johnson membahas perubahan lanskap bisnis, investasi, dan pertumbuhan

Sekitar 700 pemimpin bisnis, wirausahawan, dan investor akan menghadiri konferensi unggulan DBS yang digelar untuk pertama kalinya

Singapura, (ANTARA/PRNewswire)- DBS akan menggelar ajang DBS Asia Future Forward Conference, konferensi unggulan baru yang mempertemukan pemimpin global di bidang teknologi, bisnis, dan investasi untuk membahas berbagai perubahan yang akan membentuk masa depan Asia. Berlangsung di Singapura pada 12 Oktober 2026, ajang edisi perdana tersebut akan menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai fokus utama. Para peserta akan membahas peran AI yang telah merombak industri, model bisnis, dan dunia kerja, serta menggeser pola penciptaan nilai ekonomi dan arus modal sekaligus memengaruhi keputusan pemimpin bisnis regional.

DBS memperkirakan sekitar 700 nasabah korporasi dan wealth management akan menghadiri ajang tersebut. Para peserta mencakup pemimpin bisnis senior, wirausahawan, dan investor yang tengah menghadapi dampak AI terhadap industri, bisnis, maupun keputusan investasi.

Tan Su Shan, CEO DBS, mengatakan, "AI merombak industri, model bisnis, dan dunia kerja dengan sangat cepat. Asia memiliki talenta, modal, dan daya inovasi untuk memimpin era baru ini. Namun, kekuatan tersebut baru dapat menjadi keunggulan jangka panjang jika kita mengambil keputusan yang tepat mulai saat ini. Kepercayaan akan menciptakan ruang bagi AI untuk berkembang secara luas, sementara niat menentukan bagaimana kemampuan tersebut digunakan, nilai yang dihasilkan, serta siapa yang pada akhirnya dapat merasakan manfaatnya. Melalui DBS Asia Future Forward Conference, kami mempertemukan para pihak yang berperan menentukan arah tersebut untuk menguji berbagai asumsi, memperluas perspektif, serta membahas langkah yang dapat ditempuh kawasan ini agar dapat bergerak menuju arah yang lebih jelas."

Setelah AI beralih dari tahap uji coba menuju penggunaan yang semakin luas, perhatian dunia terhadap teknologi ini juga mulai bergeser. Pembahasannya kini tidak lagi sebatas pada kemampuan AI, namun semakin menyoroti cara teknologi tersebut digunakan dan manfaat yang dapat dihasilkan. Salah satu tema yang diangkat dalam DBS Asia Future Forward Conference adalah "intentional AI", yaitu pendekatan yang menempatkan tujuan yang jelas sebagai dasar penerapan AI agar penggunaannya memberikan dampak yang nyata dan terukur.

Konferensi ini mempertemukan pemangku kepentingan di seluruh ekosistem AI. Mereka mencakup perusahaan pengembang platform, produsen semikonduktor, penyedia infrastruktur pendukung, perusahaan pengguna AI, hingga investor yang menyediakan pendanaan untuk mendorong pengembangan teknologi ke tahap berikutnya.