DBS CIO juga mempertahankan posisi overweight pada emas dan sejumlah aset alternatif, termasuk komoditas global.

Pada Agustus 2026, ETF emas global mencatat arus dana masuk sebesar 18 miliar dolar AS dengan total aset kelolaan mencapai 615 miliar dolar AS.

Permintaan dari bank sentral dan investor jangka panjang turut menjadi salah satu faktor yang mendukung perhatian terhadap emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi.

Melfrida menjelaskan Batavia Gold Sharia Equity USD memiliki tujuan investasi jangka menengah hingga panjang dengan memberikan eksposur terhadap saham perusahaan global di sektor emas dan logam mulia dalam denominasi dolar AS.

Portofolio reksa dana tersebut mencakup sekitar 56 perusahaan global yang dipilih berdasarkan sejumlah pertimbangan fundamental, seperti kualitas manajemen, kesehatan keuangan, tren pertumbuhan, dan pengelolaan risiko.

Produk tersebut juga memberikan diversifikasi secara geografis dan tematik karena eksposurnya mencakup berbagai perusahaan di subsektor emas, perak, logam mulia, tembaga, hingga pertambangan.